Kemarin,
Aku masih menangis meratapi keberadaanku
Menyesali kepahitan yang kau tebarkan
Aku membenci diriku akan kelamnya cintaku
Sesaat kuterdiam
Hening dalam renung di bawah temaram
Mengais kembali sisa cerita yang ada
Merangkum kembali menjadi sebuah kisah
Mengukirnya sebagai kenangan
Meski kau telah menjauh dariku
Bayangmu selalu hadir di depanku
Jiwamu ada di sekitarku dan menemaniku
Namamu terukir indah dalam kalbuku
Rentang waktu menjadi saksi akau jiwaku
Yang selalu menjerit dan berharap kepadamu
Yang tulus memohon dan meminta dalam setiap doa
Agar kau menerima uluran maaf atas kesalahanku
Aku percaya kau tahu akan isi hatiku
Aku janjikan yang terbaik untukmu
Sebentuk cinta dan ketulusan yang ada padaku
Sebagai persembahan akan cintaku padamu
Hanya untukmu....
Pengelana Dalam Sunyi
PDS/1/10/11
Pengharapan
Kekasih hatiku
Aku mohon maaf atas hadiah yang tak berharga ini
Sebuah hadiah yang pantas kau terima
Yang lebih pantas kau campakkan bagai sampah
Aku tak bisa berikan kemewahan untukmu
Aku tak bisa berikan intan dan permata untukmu
Hanya untaian kata usang yang dapat kuberikan
Sebagai persembahan yang tulus dari relung hatiku
Aku yang memuja dan ingin membahagiakanmu
Hanya bisa berharap kau mau menerimanya
Menerima uluran cintaku dan menghias indah dalam kalbumu
Mengukirnya bersama doa dan pengharapanku
Seuntai kata tulus terukir dalam kalimat usang ini
Sebagai perantara akan keberadaan jiwaku
Sebagai bukti akan tulus cintaku kepadamu
Yang kupersembahkan hanya untukmu
Aku berharap uluran tangan kasihmu
Berbalut senyum keindahanmu
Bersemayam dalam tahta asmara merona hati
Sebagai tanda bahwa kau juga membutuhkanku
Sketsa Cinta
SC/30/9/11
Aku mohon maaf atas hadiah yang tak berharga ini
Sebuah hadiah yang pantas kau terima
Yang lebih pantas kau campakkan bagai sampah
Aku tak bisa berikan kemewahan untukmu
Aku tak bisa berikan intan dan permata untukmu
Hanya untaian kata usang yang dapat kuberikan
Sebagai persembahan yang tulus dari relung hatiku
Aku yang memuja dan ingin membahagiakanmu
Hanya bisa berharap kau mau menerimanya
Menerima uluran cintaku dan menghias indah dalam kalbumu
Mengukirnya bersama doa dan pengharapanku
Seuntai kata tulus terukir dalam kalimat usang ini
Sebagai perantara akan keberadaan jiwaku
Sebagai bukti akan tulus cintaku kepadamu
Yang kupersembahkan hanya untukmu
Aku berharap uluran tangan kasihmu
Berbalut senyum keindahanmu
Bersemayam dalam tahta asmara merona hati
Sebagai tanda bahwa kau juga membutuhkanku
Sketsa Cinta
SC/30/9/11
DENGARLAH
Bidadariku........
Masihkah kau ingat cerita indah kita
Yang pernah menghias hari-hari kita
Yang mengukir kenangan termanis
Yang takkan pernah terlupakan
Aku di sini,
Dalam sisa kepenatanku berharap, memohon dan meminta
Hiasilah kalbumu dengan keindahan yang pernah ada
Lihatlah apa yang terjadi pada kita saat ini
Sadarilah akan keberadaan yang terus membelenggu
Yang bercerita atas nama cinta
Yang bernafas atas nama sayang dan sebuah rasa
Yang pada akhirnya meniupkan kepahitan
Dan sebuah kepedihan yang berkepanjangan
Ingatlah saja
Jika angkara berdiri di atas segalanya
Maka kepahitanlah yang kita dapat
Bukan pengakuan yang aku butuhkan
Bukan pula kebanggaan yang aku inginkan
Aku hanya butuhkan ketenangan jiwa
Aku hanya inginkan kedamaian bersama
Jujur kukatakan
Sejauh langkahku, namamu tetap bersamaku
Setinggi terbangku, wajahmu tetap menghias
Aku hanya ingin selalu bersamamu
Bersama kita rajut kembali benang merah
Tanda cinta yang pernah ada pada kita
Aku mencintaimu setulus hatiku
Pengelana Dalam Sunyi
PDS/30/9/11
Masihkah kau ingat cerita indah kita
Yang pernah menghias hari-hari kita
Yang mengukir kenangan termanis
Yang takkan pernah terlupakan
Aku di sini,
Dalam sisa kepenatanku berharap, memohon dan meminta
Hiasilah kalbumu dengan keindahan yang pernah ada
Lihatlah apa yang terjadi pada kita saat ini
Sadarilah akan keberadaan yang terus membelenggu
Yang bercerita atas nama cinta
Yang bernafas atas nama sayang dan sebuah rasa
Yang pada akhirnya meniupkan kepahitan
Dan sebuah kepedihan yang berkepanjangan
Ingatlah saja
Jika angkara berdiri di atas segalanya
Maka kepahitanlah yang kita dapat
Bukan pengakuan yang aku butuhkan
Bukan pula kebanggaan yang aku inginkan
Aku hanya butuhkan ketenangan jiwa
Aku hanya inginkan kedamaian bersama
Jujur kukatakan
Sejauh langkahku, namamu tetap bersamaku
Setinggi terbangku, wajahmu tetap menghias
Aku hanya ingin selalu bersamamu
Bersama kita rajut kembali benang merah
Tanda cinta yang pernah ada pada kita
Aku mencintaimu setulus hatiku
Pengelana Dalam Sunyi
PDS/30/9/11
Damai Dalam Hening
Sendiri dalam temaram
Berteman angin dan sahabat malam
Gundah hati berbalut rindu
Akan kekasih hati entah ke mana
Oh jiwaku
Kegelapan malam adalah pusaramu
Keheningan diri adalah nikmatmu
Lapar dahaga adalah tangismu
Janganlah kau berharap akan cahaya
Tiada lagi ceria di dalammu
Meski kau meratap dalam tangismu
Tiada lagi yang peduli padamu
Kejamnya hukum telah membunuhmu
Kau telah mati bersama dahaga cintamu
Kau adalah korban dari angkara buta
Senandung kematian mengiringmu
Cambuk asmara menghantar kepergianmu
Kepahitan telah menjadi teman setiamu
Mengarungi samudera kehampaanmu
DAMAILAH DALAM HENING wahai jiwaku
Cemara Semenanjung Everest
CSE/30/9/11
Berteman angin dan sahabat malam
Gundah hati berbalut rindu
Akan kekasih hati entah ke mana
Oh jiwaku
Kegelapan malam adalah pusaramu
Keheningan diri adalah nikmatmu
Lapar dahaga adalah tangismu
Janganlah kau berharap akan cahaya
Tiada lagi ceria di dalammu
Meski kau meratap dalam tangismu
Tiada lagi yang peduli padamu
Kejamnya hukum telah membunuhmu
Kau telah mati bersama dahaga cintamu
Kau adalah korban dari angkara buta
Senandung kematian mengiringmu
Cambuk asmara menghantar kepergianmu
Kepahitan telah menjadi teman setiamu
Mengarungi samudera kehampaanmu
DAMAILAH DALAM HENING wahai jiwaku
Cemara Semenanjung Everest
CSE/30/9/11
Sebuah Renungan
Di sudut itu aku berdiri
Menatap dengan sisa kehampaan yang ada
Mengelilingi setiap lekukan dan ruang
Menelusuri dengan tatapan hampaku
Langit berhias mentari pagi kuabaikan
Sapa lembutnya tak kuhiraukan lagi
Aku terdiam dalam bahasa jiwaku
Dalam keheningan yang menemaniku
Benturan yang ada telah menyadarkan aku
Akan sebentuk kasih yang terabaikan
Yang terluka karena pemberotakan jiwa
Yang menghujam dan meninggalkan bekas
Peristiwa itu telah memberi makna sesungguhnya
Bahwa cinta yang mengalir murni telah tercemar
Angkara dan curiga telah menodai cintaku
Sebilah pedang keangkuhan telah merobek jiwaku
Aku terdiam dalam kepedihanku
Aku tersenyum dalam heningku
Aku berjalan dalam kehampaanku
Aku hanya bisa lakukan itu
oleh : Pengelana Dalam Sunyi
PDS/1/10/11
Menatap dengan sisa kehampaan yang ada
Mengelilingi setiap lekukan dan ruang
Menelusuri dengan tatapan hampaku
Langit berhias mentari pagi kuabaikan
Sapa lembutnya tak kuhiraukan lagi
Aku terdiam dalam bahasa jiwaku
Dalam keheningan yang menemaniku
Benturan yang ada telah menyadarkan aku
Akan sebentuk kasih yang terabaikan
Yang terluka karena pemberotakan jiwa
Yang menghujam dan meninggalkan bekas
Peristiwa itu telah memberi makna sesungguhnya
Bahwa cinta yang mengalir murni telah tercemar
Angkara dan curiga telah menodai cintaku
Sebilah pedang keangkuhan telah merobek jiwaku
Aku terdiam dalam kepedihanku
Aku tersenyum dalam heningku
Aku berjalan dalam kehampaanku
Aku hanya bisa lakukan itu
oleh : Pengelana Dalam Sunyi
PDS/1/10/11
Langganan:
Postingan (Atom)




