Damai Dalam Hening

Sendiri dalam temaram
Berteman angin dan sahabat malam
Gundah hati berbalut rindu
Akan kekasih hati entah ke mana

Oh jiwaku
Kegelapan malam adalah pusaramu
Keheningan diri adalah nikmatmu
Lapar dahaga adalah tangismu

Janganlah kau berharap akan cahaya
Tiada lagi ceria di dalammu
Meski kau meratap dalam tangismu
Tiada lagi yang peduli padamu

Kejamnya hukum telah membunuhmu
Kau telah mati bersama dahaga cintamu
Kau adalah korban dari angkara buta

Senandung kematian mengiringmu
Cambuk asmara menghantar kepergianmu
Kepahitan telah menjadi teman setiamu
Mengarungi samudera kehampaanmu

DAMAILAH DALAM HENING wahai jiwaku



Cemara Semenanjung Everest
CSE/30/9/11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar