Sebuah Renungan

Di sudut itu aku berdiri
Menatap dengan sisa kehampaan yang ada
Mengelilingi setiap lekukan dan ruang
Menelusuri dengan tatapan hampaku

Langit berhias mentari pagi kuabaikan
Sapa lembutnya tak kuhiraukan lagi
Aku terdiam dalam bahasa jiwaku
Dalam keheningan yang menemaniku

Benturan yang ada telah menyadarkan aku
Akan sebentuk kasih yang terabaikan
Yang terluka karena pemberotakan jiwa
Yang menghujam dan meninggalkan bekas

Peristiwa itu telah memberi makna sesungguhnya
Bahwa cinta yang mengalir murni telah tercemar
Angkara dan curiga telah menodai cintaku
Sebilah pedang keangkuhan telah merobek jiwaku

Aku terdiam dalam kepedihanku
Aku tersenyum dalam heningku
Aku berjalan dalam kehampaanku
Aku hanya bisa lakukan itu






oleh   : Pengelana Dalam Sunyi
PDS/1/10/11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar