Pusara Cinta II (PDS)

Usai sudah rentang waktu sebuah peristiwa
Penantian dalam kesendirian bermuara duka
Ratap berkabung terus bergema
Berpacu indah bersama jerit burung di angkasa

Mengulur tangan meremukkan segala asa
Menenggelamkan diri di kepahitan terdalam
Menghancurkan impian tanpa belas kasihan
Menghantar diri dalam kehampaan

Inikah keadilan....?
Siapa yang melempar diri dalam penyesalan
Siapa pula yang meniupkan penderitaan
Siapa yang menyibak tirai angkara

Hukum yang suci
Siapa yang melihat dia turun bersama cahaya mentari
Siapa pula yang merasakan getar keagungannya
Siapa yang dapat menikmati keadilan yang terpancar darinya
Pikiran itu terus berkecamuk dalam benakku

Berlomba-lomba mencari pembenaran
Menebar ketakutan ke segala jurusan
Bersimpuh bersama peluh dalam doa kepada penguasa
Aku terdiam dalam dekap kesunyian

Dengan airmata memohon belas kasihan
Aku berharap datang sang penyelamat
Membebaskan aku dari jerat keangkuhan angkara
Aku tak takut pada bayangan kemalangan diriku

Lebih baik bagiku mati dalam peluk kesetiaan
Membiarkan jasadku dilumuri penyesalan
Karena aku tidak mau berbalas

Kelak kau kan tau sebenarnya
Bahwa pemujamu adalah janji setiamu
Penyelamatmu adalah kesabaranmu
Penyesalanmu adalah kebodohanmu




Pengelana Dalam Sunyi
PDS/21/9/11/Cat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar