Penantian dalam kesendirian bermuara duka
Ratap berkabung terus bergema
Berpacu indah bersama jerit burung di angkasa
Mengulur tangan meremukkan segala asa
Menenggelamkan diri di kepahitan terdalam
Menghancurkan impian tanpa belas kasihan
Menghantar diri dalam kehampaan
Inikah keadilan....?
Siapa yang melempar diri dalam penyesalan
Siapa pula yang meniupkan penderitaan
Siapa yang menyibak tirai angkara
Hukum yang suci
Siapa yang melihat dia turun bersama cahaya mentari
Siapa pula yang merasakan getar keagungannya
Siapa yang dapat menikmati keadilan yang terpancar darinya
Pikiran itu terus berkecamuk dalam benakku
Berlomba-lomba mencari pembenaran
Menebar ketakutan ke segala jurusan
Bersimpuh bersama peluh dalam doa kepada penguasa
Aku terdiam dalam dekap kesunyian
Dengan airmata memohon belas kasihan
Aku berharap datang sang penyelamat
Membebaskan aku dari jerat keangkuhan angkara
Aku tak takut pada bayangan kemalangan diriku
Lebih baik bagiku mati dalam peluk kesetiaan
Membiarkan jasadku dilumuri penyesalan
Karena aku tidak mau berbalas
Kelak kau kan tau sebenarnya
Bahwa pemujamu adalah janji setiamu
Penyelamatmu adalah kesabaranmu
Penyesalanmu adalah kebodohanmu
Pengelana Dalam Sunyi
PDS/21/9/11/Cat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar