Kutinggalkan kota dan pergi berjalan di hamparan kerikil berdebu
Menuju sebuah tempat di mana nafas keheningan menentramkan jiwa
Di mana kemurnian membunuh kuman kesakitan
Keputusasaan berbiak di jalan sempit kegelapan
Tatkala aku tiba di tepi lembah
Alangkah tenang panorama menyentuh jiwa
Sayup kicau burung bergema
Menenggelamkan aku pada lamun panjang
Sedetik aku menatap ke bawah
Bayangan ketakutan menyelimutiku
Tiada apapun yang dapat kulihat
Selain bayangan kematian yang mengerikan
Aku tidak mendengar apa-apa kecuali ratap berkabung
Dari sekelompok pengantarku di penghujung sunyi
Ketiadaberdayaan dalam liang kegelapan
Yang dipersembahkan manusia atas hukumnya
Bayangan yang begitu menyiksa
Sayup terdengar desis cacing dalam gelap
Mendekat dan menggerogoti jasad kaku
Tiada daya menolak atau menjerit
Dalam hening kesendirian
Bening membasah di kelopak mata
Mensyukuri nikmat yang telah diterima
Berharap kelak kembali kepadaNYA
Dalam Nirwana penuh bahagia
Menuju sebuah tempat di mana nafas keheningan menentramkan jiwa
Di mana kemurnian membunuh kuman kesakitan
Keputusasaan berbiak di jalan sempit kegelapan
Tatkala aku tiba di tepi lembah
Alangkah tenang panorama menyentuh jiwa
Sayup kicau burung bergema
Menenggelamkan aku pada lamun panjang
Sedetik aku menatap ke bawah
Bayangan ketakutan menyelimutiku
Tiada apapun yang dapat kulihat
Selain bayangan kematian yang mengerikan
Aku tidak mendengar apa-apa kecuali ratap berkabung
Dari sekelompok pengantarku di penghujung sunyi
Ketiadaberdayaan dalam liang kegelapan
Yang dipersembahkan manusia atas hukumnya
Bayangan yang begitu menyiksa
Sayup terdengar desis cacing dalam gelap
Mendekat dan menggerogoti jasad kaku
Tiada daya menolak atau menjerit
Dalam hening kesendirian
Bening membasah di kelopak mata
Mensyukuri nikmat yang telah diterima
Berharap kelak kembali kepadaNYA
Dalam Nirwana penuh bahagia
Pengelana Dalam Sunyi
PDS/20/0/11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar