aku telah meleburkan diri dalam kehampaanku
saat kau campakkan pada kepahitan hidupku
saat semuanya berlalu dari hadapanku
pemujaan atas keindahan cinta terkubur dalam derita
aku bukanlah pengemis cinta yang harus bersujud di hadapanmu
aku juga bukan pemerkosa cinta yang bertindak sesukaku
aku hanyalah pengagung cinta yang terus memperindahnya
merangkai peristiwa dengan risalah indah sukmaku
kesetiaan bertahta dalam istana cinta
kejujuran adalah punggawa ksatria yang bermukim
hamparan permadani ketulusan menghias ruang istana
senandung melantun melodi cinta yang melena sukma
semua musnah entah ke mana
hening sepiku menemani setiap langkahku
mengisyarat diri akan kepahitan terpanjang
merobohkan kemegahan istana yang telah kubangun
meninggalkan puing kehancuran dalam jiwaku
meski kini berteman sepi
aku tetap tersenyum dalam keberadaanku
aku tetap dapat tertawa dalam penderitaanku
setidaknya aku boleh berbangga
karena aku pernah menghias keindahanmu
saat kau campakkan pada kepahitan hidupku
saat semuanya berlalu dari hadapanku
pemujaan atas keindahan cinta terkubur dalam derita
aku bukanlah pengemis cinta yang harus bersujud di hadapanmu
aku juga bukan pemerkosa cinta yang bertindak sesukaku
aku hanyalah pengagung cinta yang terus memperindahnya
merangkai peristiwa dengan risalah indah sukmaku
kesetiaan bertahta dalam istana cinta
kejujuran adalah punggawa ksatria yang bermukim
hamparan permadani ketulusan menghias ruang istana
senandung melantun melodi cinta yang melena sukma
semua musnah entah ke mana
hening sepiku menemani setiap langkahku
mengisyarat diri akan kepahitan terpanjang
merobohkan kemegahan istana yang telah kubangun
meninggalkan puing kehancuran dalam jiwaku
meski kini berteman sepi
aku tetap tersenyum dalam keberadaanku
aku tetap dapat tertawa dalam penderitaanku
setidaknya aku boleh berbangga
karena aku pernah menghias keindahanmu
Cemara Semenanjung Everest
CSE/27/9/11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar