Catatan Kecil (SCT)

mungkin aku telah mati dalam kehidupanku....
sebuah kehidupan kelam yang menghempaskan aku dalam KEPAHITAN dan PENDERITAAN terdalam sepanjang hidupku......
yang membangun sebuah pusara berhias cinta dalam jiwaku........
menjadi sebuah KEABADIAN hidupku............


TERPENDAM dan akan selalu BERSEMAYAM.........


PRAHARA itu datang bagaikan halilintar di tengah hari...........
yang manyambar segenap jiwa dan menghancurkan semua HARAPANku..........
menghanguskan dinding jiwa yang rapuh dan menusuk hingga sendi kehidupanku............


PEMBERONTAKAN akibat BELENGGU CINTA telah memberikan awal kehidupan kelamku..........
menarikan tarian kesunyian dan perih terdalam...........
gemulai menghentak jiwa dalam angkara tiada mereda............


berjuta kata MAAF tiada pernah menggugah...........
beribu NASEHAT dan MASUKAN tiada pernah didengar.............
semuanya terabaikan begitu saja..............
aku hanyalah MANUSIA BIASA yang penuh dengan nista...........
aku juga manusia penuh dengan DOSA...........


tapi aku punya perasaan dan harga diri.............
aku bukan pengemis cinta yang harus datang dan bersujud pada orang yang katanya memiliki RASA
sementara EGO dan KEANGKUHAN berdiri di atas segalanya...............


dalam DOA yang selalu terpanjat.......
aku berharap akan ada perbaikan dan kembali seperti sediakala........
aku berharap ada maaf darimu..........
perenungan yang berbuah kepada sebuah makna maaf yang TERABAIKAN........




meski kini aku hidup dalam PUSARA JIWAKU........




KEHIDUPANKU HARUS TETAP BERJALAN............


aku harus menjalani kepahitan kehidupan cintaku.............
bersama sunyi yang menjadi teman setiaku.............
bersama hening yang memberi makna.............



MAAFKAN AKU SAYANG................

cerita ini terpaksa harus aku teruskan tanpamu.................
cerita ini HARUS aku selesaikan dalam SISA HIDUPKU...................
hingga tuntaslah jawabku kala ajal menjemputku.................



jangan pernah kau sesali semua keputusanmu...........
karena semua ini adalah maumu...............
karena sesungguhnya.........

AKU SANGAT MENYAYANGIMU dan akan TERUS MENCINTAIMU............

 

jangan lagi ada TANGIS yang membahana dalam jiwaku.............
jangan lagi ada SEDIH yang mengiris hatiku............




JANGAN.........







Pengelana Dalam Sunyi,
PDS/6/10/11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar