Puing Kehancuran

Aku melangkah dengan sisa asa yang ada
Menatap awan mendung selimut pikiranku
Menapaki keping puing kehancuran jiwaku
Menelusuri hening dalam diamku

Kemarin
Aku hidup dalam istana kemegahan yang kubangun
Aku tancapkan bunga terindah di halaman
Aku hiasi dengan lukisan aksara keindahan
Aku tenggelam dalam keangkuhan istanaku

Tiada pernah kusadari
Bahwa pondasi istanaku amatlah rapuh
Di sana tertanam angkara dan curiga
Yang kelak akan menghancurkan istana megahku

Aku terdiam diri merenungi keberadaanku
Aku berfikir untuk merombak pondasi itu
Aku tiak mau ada pemberontakan dalam diriku
Aku tak mau terkekang dalam istanaku

Detik aku tersadar
Akan hempasan yang kuterima
Imbas dari keangkuhan belenggu cinta
Yang menghambat gerak dan langkah
Yang menghembus derita dan penyesalan



Oleh : Pengelana Dalam Sunyi
PDS/29/9/11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar