Luka Relung Jiwa (PDS)

Tak terang sudah waktu
Yang memisahkan peristiwa demi peristiwa
Meninggalkan cerita duka dan tawa

Aku yang duduk di sudut ini
Berkelana akal dan pikiranku
Mencari makna akan dinamika ini
Mencari jawab dalam rentang waktu tak terkira

Sedetik saja
Kau bisa berubah bagaikan serigala
Sorot matamu penuh dendam dan kebencian
Menusuk dan mengoyak dinding hatiku

Detik itu pula
Kau campakkan aku bagaikan sampah yang tak berguna
Kau lemparkan aku ke dalam koloni yang menjijikan
Kemudian kau tusuk dengan pedang angkaramu

Menembus hingga meninggalkan luka
Aku yang tak berdaya dalam dekap amarahmu
Kau hempaskan dalam kepedihan terdalam
Kau tinggalkan bersama kepahitan angkaramu
Kau kubur bersama keangkuhanmu

Dalam kesendirian aku merintih
Aku meronta......dan aku menangis
Aku tak bisa berbuat apa-apa

Penderitaan dan kepahitan yang kau tebar begitu hebat
Menusuk hingga rongga jiwaku yang terdalam
Merobek seluruh sendi kedamaian diriku
Menorehkan luka yang tak terkira

Aku hanya ingin bertanya
Di mana rasa yang dulu pernah ada
Saat kau lambungkan aku dalam mimpi keindahanmu
Kau selimuti aku dengan kehangatan senyummu

Inikah bentuk CINTAmu
Yang selama ini kau agungkan
Yang selama ini kau sematkan dalam kehidupanku
Yang pada akhirnya menenggelamkan aku



Pengelana Dalam Sunyi
PDS/23/9/11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar