aku yang lemah
jatuh ke tanah bagaikan ranting yang patah
sembab mata berhias bening kepahitan di kelopak mata
lunglai dan tak berdaya
sayup dikejauhan terlihat sosok menghampiri
aku yang tiada daya dalam hempasan
dia tersenyum dan berkata
mendekatlah padaku
jangan kau tinggalkan aku
aku menatap tak percaya
melihat bayang indah di hadapanku
kupeluk dalam dekap hangat kerinduan
berhias bening di kelopak mata
keindahan yang pernah hilang telah kutemukan
dia yang kusayang telah kembali
dia telah menyelamatkan aku dari penderitaan hidup
dia tersenyum dalam kelu bibirnya
dia telah memaafkan semua kesalahanku
kupeluk dia dan berbisik
AKU MENCINTAIMU dan tak pernah mencintai yang lain
aku mengharapkanmu dalam hidupku
detik aku BERDOA
mengucap syukur atas anugerah terindah ini
atas kebesaran pencipta yang mau mengembalikan dia padaku
aku tulus berjanji
akan kurawat dan kupupuk keindahannya
hingga berseri dan berbuah dalam taman hidupku
bahagia dalam MAHLIGAI TERINDAH
SCT/8/10/11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar